Khadijah
Binti Khuwailid ra
Dari: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah
SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim.
Diketik oleh: Hanies Ambarsari.
Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki
Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri
di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada
pemimpinnya, Muhammad SAW: Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh
karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak
menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan
yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.
Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW
sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua
Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW
berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang
menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat
dengan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda: "Khadijah
beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika
orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang
tidak memberiku apa-apa."
Kenapa kita bersusah payah mencari
teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di
dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat,
yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat
sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.
Khadijah mendahului semua orang dalam
beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa,
harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya
dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam
is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi-
dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi
SAW, dia berkata: "Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang
membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang
kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan
kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di
dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail
Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata: "Keshahihannya telah
disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik
daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia?
Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita
pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang
beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji
bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia
habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan
Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para
wanita.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a.
adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun
kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca
ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia
menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke
kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak
maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara
jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu
maupun penolong.
Nabi SAW tetap dalam sikap yang
demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada
Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika
melihatnya, Khadijah berkata: "Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim? Demi
Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di
Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan
kisahnya kepada Khadijah r.a.
Khadijah r.a. berkata: "Gembiralah
dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh
aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan
darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan
dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang
menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau
penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan
kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya
wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah
SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan
salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya: "Sampaikan kepada
Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai
Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka
Khadijah r.a. menjawab: "Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan),
dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan
salam (kesejahteraan)."
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang
tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama
masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a.
pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang
mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat
Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama
seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya
di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut
serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan
jiwa dan hartanya.
Rasulullah SAW bersabda: "Khadijah
beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika
orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika
orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan
mengharamkan bagiku anak dari selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam
"Musnad"-nya, 6/118]
Diriwayatkan dalam
hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata: "Jibril datang kepada
Nabi SAW, lalu berkata: "Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang
membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang
kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya
tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut
di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi
SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar