Langkah Memperkuat
Cahaya Batin
Update : 25 / September / 2005 Edisi 14 Th. 2-2005M/1426H
1. Zikir
Zikir memiliki pengaruh yang kuat terhadap kecemerlangan
cahaya batin. Hati yang selalu terisi dengan cahaya zikir akan memancarkan Nur
Allah dan keberadaannya akan mempengaruhi perilaku yang serba positif. Kebiasaan
melakukan zikir dengan baik dan benar akan menimbulkan ketentraman hati dan
menumbuhkan sifat ikhlas. Hikmah zikir amatlah besar bagi orang yang ingin
membangkitkan kekuatan indera keenamnya (batin). Ditinjau dari sisi ibadah,
zikir merupakan latihan menuju Ikhlasnya hati dan Istiqomah dalam berkomunikasi
dengan Al Khaliq (Sang Pencipta). Ditinjau dari sisi kekuatan batin, zikir
merupakan metode membentuk dan memperkuat Niat Hati, sehingga dengan izin Allah
SWT, apa yang terdapat dalam hati, itu pula yang akan dikabulkan oleh Allah
SWT. Dengan kata lain, zikir memiliki beberapa manfaat, diantaranya ;
membentuk, memperkuat kehendak, mempertajam batin, sekaligus bernilai ibadah. Dengan
zikir berarti membersihkan dinding kaca batin, ibarat sebuah bola lampu yang
tertutup kaca yang kotor, meyebabkan cahaya-sinarnya tidak muncul keluar secara
maksimal. Melalui zikir, berarti membersihkan kotoran yang melekat sehingga
kaca menjadi bersih dan cahaya sinarnya bisa memancar keluar. Sampai disini
mungkin timbul suatu pertanyaan. Apakah zikir memiliki pengaruh terhadap
kekuatan batin? Untuk menjawab pertanyaan ini, kiranya perlu diketahui bahwa
hal tersebut merupakan bagian dari karunia Allah SWT. Dalam sebuah hadits ;
Bahwa dengan selalu mengingat Allah menyebabkan Allah membalas ingat kepada
seorang hamba-Nya. Aku selalu menyertai dan membantunya, selama ia mengingat
Aku karena itu, agar Allah senantiasa mengingat kamu, perbanyaklah
mengingat-Nya dengan selalu berzikir.
2. Doa
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan
rohani pada dirinya, hendaklah memperbanyak doa kepada orang lain, disamping
untuk diri sendiri dan keluarganya. Caranya, cobalah anda mendoakan seseorang
yang anda kenal di mana orang itu sedang mengalami kesulitan. Menurut para Ahli
Hikmah, seseorang yang mendoakan sesamanya maka reaksi doa itu akan kembali
kepadanya, contohnya ; Anda mendoakan si A yang sedang dirundung duka agar
Allah berkenan mengeluarkan dari kedukaan, maka yang pertama kali merasakan
reaksi doa itu adalah orang yang mendoakan, baru setelah itu reaksi doanya
untuk orang yang dituju. Karena itu semakin banyak anda berdoa untuk kebaikan
sahabat, guru, orang yang dikenal atau tidak dikenal, siapapun juga, maka akan
semakin banyak kebaikan yang akan anda rasakan. Sebaliknya jika anda berdoa
untuk kejelekan si A sementara si A tidak patut di doakan jelek maka reaksi doa
tersebut akan kembali kepada Anda. Contohnya ; Anda berdoa agar si A jatuh dari
sepeda motor, maka boleh jadi anda akan jatuh sendiri dari sepeda motor,
setelah itu baru giliran si A. Tetapi dalam sebuah hadits disebutkan bahwa,
“Seseorang yang berdoa untuk kejelekan sesamanya maka doa itu melayang-layang
di angkasa”, jika orang yang didoakan jelek itu orang zalim maka Allah SWT akan
memperkenankan doanya, sebaliknya jika orang yang dituju itu orang baik, maka
doa itu akan kembali menghantam orang yang berdoa. Dari sini lalu timbul konsep
saling doa mendoakan seperti guru memberikan atau menghadiahkan doa berupa
surat Al-Fatihah kepada muridnya. Sebaliknya murid pun berdoa untuk kebaikan
gurunya. Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa doa yang mudah dikabulkan
adalah doa yang diucapkan oleh seorang sahabat secara rahasia. Mengapa ? “Ini
disebabkan karena doa itu diucapkan secara ikhlas. Keikhlasan memiliki nilai
(kekuatan) yang sangat tinggi. Karena itu perbanyaklah berdoa atau mendoakan
sesama yang sedang dirundung duka. Insya Allah reaksi dari doa itu akan anda
rasakan terlebih dahulu, selanjutnya baru orang yang anda doakan. Disamping
itu, mendoakan seseorang memiliki nilai dalam membentuk kepribadian lebih peka
terhadap persoalan orang lain. Jika hal ini dikaitkan dengan janji Allah bahwa
barang siapa yang mengasihi yang di bumi maka yang di langit akan mengasihinya,
berlakulah hukum timbal balik. Siapa menanam kebajikan ia akan menuai kebajikan
juga, sebaliknya jika ia menanam kezaliman maka ia pun akan menuai kezalimannya
juga.
3. Shalawat Nabi
Mungkin sudah sering atau pernah mendengar nasehat dari
orang-orang tua kita bahwa kalau ada bahaya, kita disarankan salah satunya
adalah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Konon dengan
mendoakan keselamatan kepada Nabi, Allah SWT akan mengutus para malaikat untuk
ganti mendoakan keselamatan kepada orang itu. Dalam beberapa hadits Rasullullah
SAW banyak kita temukan berbagai keterangan tentang afdholnya bershalawat.
Diantaranya setiap doa itu terdindingi, sampai dibacakan shalawat atas Nabi.
(HR. Ad – Dailami). Pada hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasai
dan Hakim, Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa membaca shalawat untukku
sekali, maka Allah membalas shalawat untuknya sepuluh kali dan menanggalkan
sepuluh kesalahan darinya dan meninggikannya sepuluh derajat . Yang berkaitan
dengan urusan kekuatan batin, terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu
Najjar dan Jabir, Barangsiapa bershalawat kepadaku dalam satu hari seratus
kali, maka Allah SWT memenuhi seratus hajatnya, tujuh puluh daripadanya untuk
kepentingan akhiratnya dan tiga puluh lagi untuk kepentingan dunianya .
Berdasarkan hadits-hadits itu, benarlah adanya jika orang-orang tua kita
menyuruh anak-anaknya untuk memperbanyak shalawat kepada anak cucunya. Karena
selain merupakan penghormatan kepada junjungannya juga memiliki dampak yang
amat menguntungkan dunia dan akhirat.
4. Makanan Halal dan Bersih
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan batin bersumber dari
tenaga ilahiyah harus memperhatikan makanannya. Baginya
pantang kemasukan makanan yang haram karena keberadaannya akan mengotori hati. Makanan
yang haram akan membentuk jiwa yang kasar dan tidak religius. Makanan yang
haram disini bukan hanya dilihat dari jenisnya saja ( misal ; babi, bangkai dan
lain-lain), tapi juga dari cara dan proses untuk mendapatkan makanan tersebut. Efek
dari makanan yang haram ini menyebabkan jiwa sulit untuk diajak menyatu dengan
hal-hal yang positif, seperti ; dibuat zikir tidak khusuk, berdoa tidak
sungguh-sungguh dan hati tidak tawakal kepada Allah. Daging yang tumbuh dari
makanan yang haram selalu menuntut untuk diberi makanan yang haram pula. Seseorang
yang sudah terjebak dalam lingkaran ini sulit untuk melepaskannya, sehingga
secara tidak langsung menjadikan hijab atau penghalang seseorang memperoleh
getaran atau cahaya ilahiyah. Disebutkan, setitik makanan yang haram memberikan
efek terhadap kejernihan hati. Ibarat setitik tinta yang jatuh diatas kertas
putih, semakin banyak unsur makanan haram yang masuk, ibarat kertas putih yang
banyak ternoda tinta. Sedikit demi sedikit akan hitamlah semuanya. Hati yang
gelap menutupi hati nurani, menyebabkan tidak peka terhadap nilai-nilai
kehidupan yang mulia. Seperti kaca yang kotor oleh debu-debu, sulitlah cahaya
menembusnya. Tapi dengan zikir dan menjaga dari makanan yang haram, hati akan
menjadi bersih bercahaya. Begitu halnya jika anda menghendaki dijaga oleh para
malaikat Allah. Inilah mengapa para ahli Ilmu batin sering menyarankan seorang
calon siswa yang ingin suatu ilmu agar memulai suatu pelajaran dengan laku batin
seperti puasa. Konon, puasa itu bertujuan menyucikan darah dan daging yang
timbul dari makanan yang haram. Dengan kondisi badan yang bersih, diharapkan
ilmu batin lebih mampu bersenyawa dengan jiwa dan raga. Bahkan ada suatu
keyakinan bahwa puasa tidak terkait dengan suatu ilmu. Fungsinya hanya untuk
mempersiapkan wadah yang bersih terhadap ilmu yang akan diwadahinya.
5. Mengurangi Makan dan Tidur
Sebuah laku tirakat yang universal
yang berlaku untuk seluruh makhluk hidup adalah puasa. Ulat agar bisa terbang
menjadi kupu-kupu harus berpuasa terlebih dahulu, ular agar bisa ganti kulit
harus puasa terlebih dahulu dan ayam agar bisa beranak harus puasa terlebih
dahulu. Secara budaya banyak hal yang dapat diraih melalui puasa. Orang-orang
terdahulu tanpa mempermasalahkan sisi ilmiahnya aktivitas puasa telah berhasil
mendapatkan segala daya linuwih atau keistimewaan melalui puasa yang lazim
disebut tirakat. Para spiritualis mendapatkan wahyu maupun wisik (petunjuk
ghoib melalui puasa terlebih dahulu). Dan tradisi itu masih terus dilestarikan
orang-orang zaman sekarang. Intinya sampai kapanpun orang tetap meyakini dengan
mengurangi makan dalam hal ini adalah puasa, seseorang akan memperoleh
inspirasi baru, intuisi. Secara logika, puasa adalah bentuk kesungguhan yang
diwujudkan melalui melaparkan diri. Hanya orang-orang yang sungguh-sungguh saja
yang sanggup melakukannya. Aktivitas ini jika ditinjau dari sisi ilmu batin,
menunjukan bahwa kesungguhan memprogram niat itu yang akan menghasilkan
kelebihan-kelebihan. Hati yang diprogram dengan sungguh-sungguh akan
menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Karena itu dalam menempuh ilmu batin,
aktivitas puasa mutlak dibutuhkan. Karena di dalam puasa itu tidak hanya
bermakna melaparkan diri semata. Lebih dari itu, berpuasa memiliki tujuan menon
aktifkan nafsu setan. Non aktifnya nafsu secara tidak langsung meninggikan
taraf spiritual manusia, sehingga orang-orang yang berpuasa doanya makbul dan
apa yang terusik dalam hatinya sering menjadi kenyataan. Menurut Imam Syafii
dengan berpuasa seseorang terhindar dari lemah beribadah, berat badanya, keras
hatinya, tumpul pikirannya dan kebiasaan mengantuk. Dari penyelidikan ilmiah
puasa diyakini memiliki pengaruh terhadap kesehatan manusia. Orang-orang
terdahulu memiliki ketajaman mata batin dan manjur Ilmu kanuragannya karena
kuatnya dalam laku melek atau mengurangi tidur malam hari. Bahkan burung hantu
yang dilambangkan sebagai lambang ilmu pengetahuanpun disebabkan karena
kebiasannya tafakur pada malam hari. Dalam filosofi ilmu batin, memperbanyak
tafakur malam hari menyebabkan seseorang memiliki mata lebar, yaitu ketajaman
dalam melihat dan membaca apa-apa yang tersirat dibalik kemisterian alam
semesta ini. Bahkan ketika agama Islam datang membenarkan informasi sebelumnya
yang dibawa oleh agama lain. hanya Islam yang menginformasikan bahwa dengan
bertahajud ketika orang lain terlelap dalam tidur, menyebabkan orang itu akan
ditempatkan Allah SWT pada tempat yang terpuji. Pada keheningan malam terdapat
berbagai hikmah. Melawan nafsu tidur menuju ibadah kepada Allah SWT dan dalam
suasana hening itu konsentrasi mudah menyatu. Saat inilah Allah SWT memberikan
keleluasaan kepada hamba-hamba-Nya guna memohon apa saja yang diinginkan.Banyak
para spiritualis yang memiliki keunikan dalam ilmu batin bukan karena banyaknya
ilmu dan panjangnya amalan yang dibacanya, melainkan karena laku prihatin pada
malam harinya. Insya Allah seseorang yang membiasakan diri tafakur dan
beribadah pada malam hari, maka Allah SWT akan memberikan keberkahan dalam ilmu-ilmunya.
(MR)
Silakan mengutip dengan mencantumkan
nama almihrab.com
in-left:0cm;
margin-bottom:.0001pt;text-align:justify'>Website: http://www.pesantre
nvirtual. com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar