semoga tetap tersenyum
8 Juni 2012 - temonsoejadi
bismillahirahmanirahim
kawanku semua yang dirahmati Allah, sebuah iklan sangat
besar pengaruhnya bagi kehidupan kita, iklan dengan kata “Tanpamu aku galau!” adalah salah satu bentuk yang
kurang baik, karena mengajarkan kita untuk mudah menyerah dan berputus asa,
bersedih hati dan menderita, kawan. Ternyata ada saja yang masih harus kita
syukuri dari banyaknya kesedihan yang kita alami. Terkadang sulit untuk kita
mencari jawaban mengapa suatu musibah justru terjadi pada diri kita sendiri. Kenapa
bukan orang lain? Kenapa bukan orang yang bergembira itu? Kenapa bukan orang
yang selalu bahagia itu? kenapa kawan?
adakah yang tahu jawabanya?
Di mana saja, di zaman modern ini,
permasalahan yang dihadapi oleh manusia sama saja. Manusia yang dibesarkan
dalam latar belakang yang dibentuk oleh generasi pendahulunya, harus berhadapan
dengan arus budaya global yang sama sekali baru, tapi harus disikapi,
disinggung, diseleksi, bahkan diterima maka jika tak pintar memilah dan memilih
pasti akan dalam jalur yang salah..
hampir menjadi fenomena di negeri
mayoritas Muslim ini. Ironisnya
mengeluh itu
menimpa hampir semua tingkatan usia; mulai remaja sampai dewasa juga pria dan
wanita. Akibatnya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh mereka yang suka
mengeluh, kecuali hal-hal yang akan semakin membuat jiwa dan akalnya terus
melemah. Sehari-hari waktu yang dilalui hanya diisi curhat dari satu orang ke
orang lain dengan memaparkan beragam masalah yang sedang membelitnya. betul tidak kawan?
“Galau!!” merupakan sebuah kata-kata
yang sedang naik daun, apalagi artis dan aktor muda saat ini sering menggunakan
kata itu saat berbicara didepan umum, sehingga para pemirsa sering kali
menirunya, kanapa harus ada kata
“galau” ? di
mana kata-kata itu menandakan seseorang tengah dilanda rasa kegelisahan,
kecemasan, serta kesedihan pada jiwanya. Tak hanya laku di facebook atau twitter saja, bahkan di media televisi
pun dan media -media lainnya orang-orang seakan-akan dicekoki dengan kata-kata
“galau” tersebut.
ayo perangi,
ayo hapus daftar Kata “galau” dari kamus kehidupan kita.
gimana kawan
mau to tidak?
sebuah motivasi dari mario teguh,
Engkau yang gundah karena
beratnya kehidupan, sini … duduklah tenang bersamaku … dan marilah kita
berbincang dengan Tuhan
Sahabat baik hatiku, cobalah
kau ingat … bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh
harapan baik tentang masa depanmu?
Apakah yang telah kau ijinkan
mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai
hari ini?
Apakah sekarang, engkau terlalu
banyak menduga dan sedikit mencoba?
Apakah engkau lebih mudah marah
sebelum mengerti, dan tetap marah walau sudah mengerti?
Apakah engkau menuntut orang
lain melakukan yang tak kau lakukan?
Apakah lebih mudah bagimu untuk
meminta daripada memberi?
Apakah engkau lebih banyak
mengeluhkan kesulitanmu daripada bekerja meringankan kesulitan sesamamu?
Apakah hatimu lebih cepat
membenci daripada mencintai?
Atau, apakah engkau lebih dekat
kepada kebiasaan buruk daripada beribadah?
Hmm … aku tak harus mendengar
jawabanmu, tapi hatimu tahu. Hatimu itu jujur dan setia kepada kebenaran yang
seharusnya menjadi satu-satunya jalan hidupmu.
Tetapi aku bisa mengerti, bahwa
jiwa sekuat dirimu ini memang suka menantang dan membuktikan bahwa engkau
memiliki cara hidupmu sendiri, yang kau yakini lebih bebas dan
menggembirakanmu.
Sahabat baik hatiku,
Sudahlah … hidupmu ini terlalu penting untuk kau gunakan
mencoba melakukan yang telah berabad-abad menggelisahkan banyak orang, yang
menjauhkan kedamaian dari mereka, dan yang menjadikan mereka jiwa yang tersesat
dalam sebenderang-benderangnya jalan.
Kembalikanlah jiwamu kepada kesederahaan sejatinya yang
jujur, yang damai dalam dugaan baik terhadap Tuhannya, yang mencintai dan
berbakti kepada orang tua dan keluarga, yang tulus dan rajin bekerja bagi
kebaikan sesamanya, dan yang memimpikan kebesaran dan kejayaan hidup – tapi
ikhlas memulai dari kebaikan yang kecil – walau kelihatannya tidak
menguntungkan.
Di malam yang mulia ini,
marilah kita berdoa …
Agar Tuhan Yang Maha Pengampun
memaafkan kesalahan dan dosa kita,
Agar Tuhan Yang Maha Penyayang
mengisi hati kita dengan kasih dan kelembutan yang menjadikan kita pelayan yang
tulus bagi kebaikan sesama,
Agar Tuhan Yang Maha Cinta
menyatukan kita dengan belahan jiwa kita dalam pernikahan dan keluarga yang
damai, yang mesra, dan yang setia,
Agar Tuhan Yang Maha Kaya
memudahkan rezeki kita, menghebatkan kemampuan kita untuk membangun
keberhasilan karir dan bisnis, dan agar kita dimampukan untuk mewariskan ilmu
dan harta yang berguna bagi keluarga dan sesama,
Agar Tuhan Yang Maha
Melapangkan mengindahkan kehidupan kita, yang keindahannya tersambung dari
dunia ke surga, dan
Agar Tuhan Yang Maha Kudus
menjadikan kita jiwa-jiwa yang tenang.
mario teguh..
kawanku semua yang dirahmati Allah,
Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi
wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10
masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal
wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya
istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.
Sahabat Abu Bakar, ketika sedang
perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur
merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum Musyrikin dalam perburuan
mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang
menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada
pada jiwa dan pikiran mereka.
kawanku semua yang baik.
Janganlah Engkau Bersedih Jangan bersedih, sebab rasa sedih akan selalu
mengganggumu dengan kenangan masa lalu, akan membuatmu khawatir dengan segala
kemungkinan di masa yang akan datang, dan akan menyia-nyiakan kesempatan pada
hari ini. Jangan bersedih, sebab rasa sedih hanya akan membuat hati menjadi
kecut, wajah menjadi muram, semangat akan padam, dan harapan akan menghilang.
Jangan bersedih, sebab rasa kesediahan hanya akan membuat musuh gembira,
membuat kawan bersedih, membuat orang yang mendengki senang,
Jangan bersedih, sebab rasa
sedih itu datangnya dari syetan dan kesedihan itu adalah rasa putus asa yang
menakutkan, kefakiran yang menimpa, putus asa yang berkelanjutan, depresi yang
harus dihadapi, dan kegagalan yang menyakitkan.
Terimalah dengan lapang dada
apa yang sedang anda hadapi saat ini bahwa ia merupakan kehendak Allah. Tidak
ada satu kejadian apapun di dunia ini akan terjadi melainkan kerana Allah tela
Mengizinkan berlaku. Terimalah ia sebagai taqdir dengan perasaan lapang dada.
(dalam buku latahzan)
kawanku yang
tengah sedih, kamu tahu permainan
Ular-Tangga? permainan
semasa kita kecil, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia.
Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada tangga yang akan membawa kita naik ke
petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di
bawahnya.Kita hidup. Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama kuliah. Ada papan yang
bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap
orang harus melangkah. Atau ia terus saja ada di petak itu.
Suka tak suka,
setiap orang harus mengocok dan melempar dadunya. Dan sebatas itulah
ikhtiar manusia: melempar dadu (dan memprediksi hasilnya dengan teori
peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa
Tuhan. Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah-lah yang
mengatur. Dan disitulah nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu.
Malangnya, ada
juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa
di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di
sana. Menerima keadaan sebagai Nasib, tanpa pernah melempar dadu.
Mereka yang
takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana. Mereka yang enggan
melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan permainannya.
Setiap
kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali. Optimislah bahwa di antara sekian
lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yang optimis dan pesimis
bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis
mendapatkan harapan.
kawanku semua
yang baik, jangan sedih dan jangan galau yach.. ingat engkau masih punya Allah,
Ketika
aku bersedih…
kepada
siapa aku mengadu….
ketika
hatiku lara…
kepada
siapa aku menyalah…
hanya
ada Allah ta’ala disampingku,,yang selalu memberiku kekuatan….
memberiku
harapan akan terangnya dunia….
Tentunya, sesudah mengetahui tentang
faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang
selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah,
serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala
persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena
sesungguhnya Allah bersama kita
“Ya Allah,
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kesusahan, berlindung
kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, berlindung kepada-Mu dari kebakhilan
dan ketakutan, dan berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang” (HR
Abu Daud).
sabarlah kawan karena..
“Sesungguhnya
Allah telah membeli dari orang2 mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan
syurga untuk mereka” (QS. At Taubah: 111)
Dan
selalu ingatlah:
“…Allah
tidak menjanjikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari
selalu bersinar. Tapi ketahuilah Dia selalu memberi pelangi disetiap badai,
senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan dan jawaban di setiap doa…”
semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar