November 5, 2007 · Disimpan dalam artikel
Dari Abu Hurairah ra., Bahwasanya
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia
mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi
sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada
kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan
tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (H.R. Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra., berkata
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia
mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (H.R. Muslim)
Abu Sa’id Al-Khudry ra., berkata: Saya
mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa di antara kamu sekalian
melihat suatu kemunkaran, maka hendaklah ia merubah dengan kekuasaannya, kalau
tidak mampu maka dengan tegurannya, dan kalau tidak mampu, maka dengan hatinya.
Dan yang terakhir adalah selemah-lemahnya iman.” (H.R. Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra., bahwasanya
Rasulullah ASW. bersabda: “Tidak seorang nabi pun yang diutus Allah kepada
suatu ummat sebelumku kecuali ia mempunyai penolong-penolong setia dan
kawan-kawan yang senantiasa mengikuti sunnahnya dan mentaati perintahnya,
kemudian sesudah periode mereka timbullah penyelewengan dimana mereka
mengucapkan apa yang tidak mereka kerjakan dan mereka mengerjakan apa yang
tidak diperintahkan. Maka barang siapa yang memerangi mereka dengan
kekuasaannya maka ia adalah orang yang beriman, barang siapa yang memerangi mereka
dengan ucapannya, maka ia adalah orang yang beriman dan barang siapa yang
memerangi mereka dengan hatinya, maka ia adalah seorang yang beriman juga;
selain dari itu tidaklah ada padanya rasa iman walau hanya sebiji sawi.” (H.R.
Muslim)
Abu Bakr Ash-Shiddiq ra., berkata: ”
Wahai sekalian manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini : ‘Yaa ayyuhal
ladziina aamnuu ‘alaikum anfusakum laa yadhurrukum man dhalla idzahtadaitum.’
(Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu masing-masing, tiadalah orang yang
sesat itu akan memberi mudharat kepadamu jika kamu telah mendapat petunjuk).
Dan sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Bahwasanya
manusia itu bila mengetahui orang berbuat zhalim kemudian mereka tidak
mengambil tindakan, maka Allah akan meratakan siksaan kepada mereka semua.”
(H.R. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)
Dari hudzaifah ra., Rasulullah SAW
bersabda: “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kekuasaanNya, kamu harus
sungguh-sungguh menyuruh kebaikan dan mencegah kemunkaran, kalau tidak Allah
akan menurunkan siksaan kepadamu, kemudian kamu berdoa kepadaNya, maka tidak
akan dikabulkan doamu itu.” (H.R. Tirmidzi)
Ibnu Mas’ud berkata: ” Saya mendengar
Rasulullah SAW. bersabda: “Semoga Allah memberi cahaya berkilau-kilau kepada
seseorang yang mendengar sesuatu dariku kemudian ia menyampaikan sebegaimana
yang ia dengar, karena banyak orang yang disampaikan kepadanya (sesuatu itu)
lebih menerima daripada orang yang mendengarnya sendiri.” (H.R. Tirmidzi)
Abu Zaid Usamah bin Haritsah ra., berkata:
“Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Pada hari kiamat kelak ada seseorang yang
digiring lantas dilemparkan ke dalam neraka, seluruh isi perutnya keluar lalu
berputar-putar seperti berputar-putarnya keledai di kincir, kemudian seluruh
penghuni neraka berkumpul mengerumuninya, lantas menegur: “Wahai Fulan, apa
yang terjadi padamu, apakah kemu tidak beramar ma’ruf dan nahi munkar?” Ia
menjawab: “Ya saya menganjurkan kebaikan tetapi saya sendiri tidak
menjalankannya, dan saya melarang kemunkaran tetapi saya sendiri malah
mengerjakannya.” (H.R. Bukhari & Muslim).
Dari Abu Sa’id Al-Khudry ra.,
Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah olehmu sekalian duduk di jalan-jalan.” Para
sahabat berkata: “Ya Rasulullah kami tidak bisa meninggalkan tempat duduk kami
(di jalan) itu dimana kami berbincang-bincang di sana.” Rasulullah menjawab:
“Apabila kamu sekalian enggan untuk tidak duduk di sana maka penuhilah hak
jalan itu.” Para shahabat bertanya: “Apakah hak jalan itu ya Rasullah.” Beliau
menjawab: “Yaitu memejamkan mata, membuang kotoran, menjawab salam serta
menyuruh kebaikan dan mencegah kemunkaran.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Pentingnya Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Abdullah bin
Humaid, Abu Daud, At-Tirmidzy, An-Nasa’y, Ibnu Majah, Ad-Daruquthny, Al-Baihaqy,
dan Abu Ya’la mentakhrijkan dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata, “Setelah Abu
Bakar menjadi khalifah, dia naik ke atas mimbar, lalu menyampaikan pidato.
Setelah menyampaikan pujian kepada Allah, dia berkata,
“Wahai semua manusia , tentunya kalian
juga membaca ayat ini, ‘Hai orang orang yang beriman, jagalah diri kalian.
Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepada kalian apabila
kalian telah mendapat petunjuk, (QS Al-Maidah : 105), namun kalian meletakkan
ayat ini bukan pada tempatnya. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
‘Sesungguhnya apabila manusia melihat kemungkaran dan mereka tidak mau
merubahnya, maka Allah akan menyegerakan siksa yang menyelingkupi mereka
semua’.”
(Al-Kanzu, 2/138)
Ath-Thabrany mentakhrijkan dari Thariq
bin Syihab, dia berkata, “Itris bin Urqub Asy-Syaibany menemui Abdullah ra .
seraya berkata, “binasalah orang yang tidak menyuruh kepada yang ma’ruf dan
tidak mencegah dari yang mungkar.” Abdullah ra. meralat ucapannya dengan,
“Bahkan binasalah orang yang tidak memperlihatkan yang makruf dan tidak
mengingkari yang mungkar”.
(Al-Haitsamy, 7/275, rijalnya shahih)
© Copyright KaffahNet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar