Memberi Salam
Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam
Al-Hilyah dari At-Tufail bin Ubai bin Ka’ab ra. bahwa beliau suatu ketika telah
datang menemui Abdullah bin Umar r.ahuma. dan pergi bersamanya ke pasar.
Kata At-Tufail, “Apabila kami berjalan
ke pasar pada waktu pagi itu, Abdullah ra. telah memberi salam kepada siapa
saja yang ditemuinya, tidak kira mereka orang-orang yang menjalankan jual beli,
orang miskin dan kepada siapapun mereka. Oleh sebab itu aku pun pergi kepadanya
pada suatu hari dan beliau telah mengajakku ke pasar. Aku pun bertanya
kepadanya, ‘Apakah yang kamu lakukan di pasar sedangkan kamu tidak melakukan
sebarang penjualan di sana, tidak menanyakan harga barang untuk dibeli, kamu
tidak menimbang atau menukar barang di sana dan kamu tidak juga duduk di dalam
majelis-majelis di pasar tersebut?’ Aku pun menyuruhnya duduk saja ditempat itu
untuk berbincang”.
Abdullah bin Umar r.ahuma pun berkata
kepadaku, “Wahai si perut besar! Adapun kita ke sana semata-mata untuk memberi
salam dan hendaklah kamu memberi salam kepada siapa saja yang kamu temui”.
Dikeluarkan oleh Malik dari At-Tufail
bin Ubai bin Ka’ab ra.seumpama dengannya.
Di dalam riwayat lain, Abdullah bin
Umar r.ahuma. berkata, “Adapun kita ke pasar semata-mata untuk memberi ucapan
salam maka hendaklah kamu memberi salam kepada orang yang kamu temui”.
Dikeluarkan oleh Al-Bukhari di dalam
Al-Adab dari At-Tufail bin Ubai bin Ka’ab ra. seumpama dengannya.
Dikeluarkan oleh At-Tabarani dari Abu
Umamah Al-Bahili ra. bahwa beliau telah memberi salam kepada setiap orang yang
ditemuinya. Beliau berkata, “Aku tidaklah mengetahui seseorangpun yang
mendahuluiku dalam memberi salam melainkan seorang lelaki Yahudi. Suatu ketika
ia telah bersembunyi di balik tiang. Tiba-tiba dia keluar dari persembunyiannya
itu memberi salam kepadaku.”
Abu Umamah ra. telah berkata kepada
lelaki Yahudi itu, “Celaka kamu wahai si Yahudi! Apakah yang menyebabkan kamu
melakukan perbuatan sebagaimana yang telah kamu lakukan itu?” Laki-laki Yahudi
itu pun menjawab, “Aku telah mengetahui bahwa kamu adalah seorang lelaki yang
banyak memberi salam. Oleh karena aku mengetahui bahwa amalan itu mengandungi
kebaikan dan kelebihan, lalu aku berkeinginan untuk mendapatkan kelebihan
tersebut”.
Abu Umamah ra. pun berkata kepadanya,
“Celaka kamu, karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah SAW telah
bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah menjadikan ucapan salam sebagai ucapan
kepada ummat kami dan keamanan bagi orang-orang yang berada di bawah tanggungan
dan perlindungan kami (kafir dzimmi)”.
Di dalam riwayat Abu Nu’aim di dalam
Al-Hilyah dari Muhammad bin Ziyad katanya, “Aku telah memegang tangan Abu
Umamah ra. sedang beliau dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Tidaklah beliau
melewati seorangpun baik orang Islam, Nasrani, kecil atau besar melainkan
beliau memberikan ucapan salam kepadanya. Beliau berkata,
Salamun ‘alaykum. Salamun ‘alaykum
(kesejahteraan ke atas kamu)!
Apabila beliau sampai di depan pintu
rumahnya, beliau berpaling ke arah kami seraya berkata,”Wahai anak saudaraku!
Nabi kami telah memerintahkan kami agar menyebarkan salam di kalangan kami”.
Di dalam riwayat Al-Bukhari dalam
Al-Adab dari Basyir bin Yasar katanya, “Tiada seorangpun mendahului atau
bersegera dalam memberi salam selain dari Ibnu Umar r.ahuma”.
Dikeluarkan oleh At-Tabarani dengan
isnad Hasan dari Anas bin Malik ra. katanya, “Kami bersama-sama dengan
Rasulullah SAW di zamannya. Aapabila kami berpisah dan dipisahkan oleh sebatang
pohon, maka kami akan memberikan ucapan salam apabila kami saling bertemu di
antara satu dengan yang lain”.
Sebagaimana dalam At-Targhib.
Dikeluarkan oleh Al-Bukhari di dalam Al-Adab.
Menebar Salam
Dari Abu Hurairah ra. berkata:
Rasulullah SAW bersabda: “Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman,
dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. Maukah kalian aku
tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling
mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantaramu sekalian.” (HR. Muslim)
Abu Bakar ra. berkata: “Adalah kami
bila melihat seseorang muncul dari kejauhan, selalu mendahuluinya dengan salam
sebelum ia mengucapkannya.” (at-Targhib)
Dari Zuhrah bin Khumaishah ra.
berkata: “Aku bersama Abu Bakar menaiki seekor unta. Setiap kali kami melewati
suatu kaum kami mengucapkan salam kepada mereka. Kemudian mereka membalas salam
kami lebih banyak dari apa yang kami katakan. Abu Bakar lalu berkata: “Hari ini
manusia mengutamakan kita dengan kebaikan yang banyak.”
Pada suatu hari Umar bin Khaththab
pergi mengadukan perihal Ali bin Abi Thalib kepada Rasulullah saw. Katanya: “Ya
Rasulullah, Ali bin Abi Thalib tidak pernah mendahului mengucapkan salam
kepadaku.” Mendengar pengaduannya, Rasulullah segera memanggil Ali ra untuk
datang. Lalu Rasulullah bertanya kepadanya: “Ya Ali, benarkah engkau tidak
pernah memberikan salam terlebih dahulu kepada Umar?” Ali ra. menjawab: “Ya
Rasulullah, hal itu kulakukan karena sabdamu yang menyebutkan: “Siapa yang
mendahului saudaranya mengucapkan salam, Allah akan memberikan baginya istana
di surga.” Karena itulah, ya Rasulullah, aku selalu ingin Umar mendahuluiku
mengucapkan salam agar ia mendapat istana di surga.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar